Jangkauan Jakarta Utara – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan membongkar 109 tiang monorel yang selama bertahun-tahun terbengkalai di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Untuk merealisasikan pembongkaran tersebut, Pemprov DKI menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar.
Langkah ini diambil sebagai upaya menata kembali kawasan strategis ibu kota serta mengakhiri polemik panjang proyek monorel yang mangkrak sejak lebih dari satu dekade lalu.
Akhiri Warisan Proyek Mangkrak
Tiang-tiang monorel di kawasan Rasuna Said merupakan bagian dari proyek transportasi massal yang sempat digagas pada awal 2000-an, namun tidak pernah terealisasi hingga tuntas. Selama bertahun-tahun, keberadaan tiang tersebut menjadi simbol proyek mangkrak sekaligus menimbulkan persoalan estetika dan tata kota.
Pemprov DKI menilai pembongkaran menjadi solusi paling realistis ketimbang membiarkan struktur beton tersebut terus berdiri tanpa fungsi.
Anggaran Rp100 Miliar Disiapkan
Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk proses pembongkaran seluruh tiang monorel tersebut. Anggaran ini mencakup pekerjaan teknis pembongkaran, pengamanan lalu lintas, hingga penataan kembali kawasan pascapembongkaran.
Pemerintah menegaskan penggunaan anggaran akan dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/tiang-monorel-kuningan-dibongkar34.jpg)
Baca juga: Pramono Anung Targetkan Seluruh Puskesmas Pembantu Terpenuhi di Jakarta
Perhatikan Keselamatan dan Rekayasa Lalu Lintas
Proses pembongkaran 109 tiang monorel di salah satu ruas jalan tersibuk di Jakarta ini dipastikan tidak sederhana. Pemprov DKI akan melakukan perencanaan matang, termasuk rekayasa lalu lintas, demi meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Aspek keselamatan pengguna jalan dan pekerja menjadi prioritas utama selama proses pembongkaran berlangsung.
Penataan Kawasan Pasca Pembongkaran
Setelah pembongkaran selesai, kawasan Rasuna Said akan ditata ulang agar lebih tertib, aman, dan nyaman. Pemprov DKI berencana memanfaatkan ruang yang sebelumnya terhalang tiang monorel untuk penataan trotoar, ruang terbuka, serta peningkatan estetika kawasan.
Penataan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas warga sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Pelajaran dari Proyek Transportasi Masa Lalu
Pembongkaran tiang monorel ini menjadi pengingat pentingnya perencanaan matang dalam pembangunan infrastruktur. Proyek transportasi massal dinilai harus memiliki kepastian hukum, pendanaan, dan kajian teknis yang kuat agar tidak berujung mangkrak dan membebani keuangan daerah.
Pemprov DKI menegaskan ke depan pembangunan transportasi publik akan lebih terintegrasi dan berkelanjutan, seperti pengembangan MRT, LRT, dan transportasi berbasis bus.
Dukungan dan Harapan Masyarakat
Sebagian warga dan pengamat tata kota menyambut positif langkah pembongkaran tersebut. Mereka menilai keberadaan tiang monorel selama ini hanya menjadi “monumen kegagalan” yang merusak wajah kota dan mengganggu kenyamanan.
Masyarakat berharap proses pembongkaran dapat berjalan lancar dan hasil penataan kawasan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi publik.
Menuju Jakarta yang Lebih Tertata
Dengan dibongkarnya 109 tiang monorel di Rasuna Said, Pemprov DKI berharap Jakarta dapat melangkah menuju kota yang lebih tertata, modern, dan ramah bagi warganya. Langkah ini sekaligus menjadi simbol penuntasan persoalan lama demi membuka ruang bagi pembangunan yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.





