Jangkauan Jakarta Utara — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah resmi memiliki nakhoda baru. Kombes Pol Dedy Tabrani dilantik sebagai Kepala BNNP Kalteng dan siap memperkuat strategi pemberantasan narkoba di wilayah yang selama ini menjadi salah satu jalur peredaran gelap di Indonesia bagian tengah.
Pelantikan dipimpin oleh Deputi Pemberantasan BNN RI dan berlangsung khidmat dengan dihadiri pejabat Forkopimda, perwakilan kepolisian, TNI, serta tokoh masyarakat yang menaruh perhatian besar terhadap persoalan narkotika di Kalteng.
Tantangan Berat, Kalteng Masih Jadi Wilayah Rawan Peredaran
Dalam sambutannya, Dedy Tabrani menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah memiliki karakteristik wilayah yang cukup menantang, terutama karena akses jalur darat, sungai, dan perbatasan antardaerah yang luas. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan jaringan pengedar untuk distribusi narkotika.
“Kalteng bukan hanya daerah transit, tetapi juga pasar potensial. Ini menjadi tantangan besar yang harus kita jawab bersama,” tegasnya.
Menurutnya, kehadiran BNNP harus memberikan pendekatan yang lebih taktis, agresif, namun tetap humanis dalam menangani penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.
Perkuat Sinergi dengan Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah
Kombes Dedy menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendirian. Ia akan mendorong kolaborasi berkelanjutan antara BNNP dengan Polda Kalteng, Kodam XII/Tanjungpura, pemerintah kabupaten/kota, serta komunitas masyarakat.
“Sinergi adalah kunci. Kita akan bergerak serentak, memperkuat operasi, penegakan hukum, dan memperluas edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama lintas daerah, mengingat peredaran narkoba di Kalteng kerap terhubung dengan provinsi tetangga seperti Kaltim, Kalsel, dan Kaltara.

Baca juga: Kapolri Tekankan Respons Cepat Tangani Bencana di Sumut, Sumbar, dan Aceh
Fokus pada Pencegahan dan Rehabilitasi
Selain penindakan, Dedy juga menekankan bahwa pendekatan preventif akan diperluas, terutama melalui sosialisasi bahaya narkoba kepada pelajar, mahasiswa, pekerja, dan komunitas masyarakat. Ia menilai bahwa kualitas pencegahan yang kuat akan mengurangi angka ketergantungan serta menekan permintaan.
“Rehabilitasi juga menjadi fokus. Kami ingin memastikan keluarga yang memiliki anggota penyalahguna tidak takut melapor, karena BNN siap memberikan layanan yang aman dan profesional,” katanya.
Program rehabilitasi berbasis masyarakat dan desa bersih narkoba (Bersinar) disebutnya akan diperkuat agar lebih menyentuh kelompok rawan, termasuk wilayah pedesaan dan daerah terpencil.
Komitmen Tingkatkan Operasi Pemberantasan
Dedy menyatakan komitmennya untuk meningkatkan intensitas operasi, mulai dari pengungkapan jaringan sindikat hingga menutup ruang gerak peredaran narkoba skala kecil. BNNP Kalteng disebutnya akan mengoptimalkan teknologi informasi, analisis intelijen, serta kerja lapangan yang lebih cepat dan terkoordinasi.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi perusak generasi bangsa. Perang melawan narkoba terus berjalan dan harus semakin kuat,” tegas Dedy dalam pernyataannya.
Harapan Baru untuk Kalteng Bebas Narkoba
Dengan bergantinya kepemimpinan, masyarakat Kalteng menaruh harapan baru akan adanya langkah-langkah progresif dan terukur untuk menekan peredaran narkoba yang masih menjadi ancaman serius. Langkah Dedy Tabrani diharapkan dapat membawa peningkatan kualitas pemberantasan sekaligus pemulihan berbasis masyarakat.





