Jangkauan Jakarta Utara – Pelaksanaan Operasi Zebra Jaya 2025 memasuki hari ketiga dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Jakarta Selatan mencatat sebanyak 497 pelanggar telah ditindak. Operasi ini menyasar berbagai jenis pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, sekaligus bagian dari upaya meningkatkan disiplin dan kesadaran pengguna jalan.
Berbagai Pelanggaran Masih Marak
Dari total 497 pelanggar, jenis pelanggaran terbanyak didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm, melawan arus, serta pengendara mobil yang tidak menggunakan sabuk keselamatan. Selain itu, penggunaan ponsel saat berkendara juga menjadi temuan yang cukup tinggi.
“Pelanggaran kasat mata masih sangat banyak, terutama pengendara yang tidak disiplin. Padahal ini sangat berbahaya,” ujar Kasatlantas Jakarta Selatan.
Pelanggaran yang terjaring bukan hanya pengendara individu, tetapi juga sopir ojek online dan pekerja mobilitas tinggi yang kerap mengabaikan aturan demi mengejar waktu.
Patroli Diperketat di Titik Rawan
Operasi Zebra Jaya 2025 menempatkan personel di sejumlah titik rawan pelanggaran dan kecelakaan, seperti:
-
Jalan Raya Fatmawati
-
Pasar Minggu
-
Ciputat Raya
-
Antasari
-
Kawasan Blok M
Selain razia, petugas juga melakukan patroli mobiling untuk menjangkau ruas-ruas jalan yang tidak terjangkau pos stasioner.
“Kami lakukan patroli bergerak agar pengawasan lebih merata dan tidak bisa dihindari oleh pelanggar,” jelas petugas di lokasi.

baca juga: Polri Resmi Menerapkan Operasi Zebra 2025
Edukasi dan Teguran Juga Diberikan
Meski ratusan pelanggar sudah ditindak, pihak kepolisian menegaskan bahwa tujuan operasi bukan semata-mata penindakan, tetapi edukasi keselamatan.
Banyak pengendara diberikan teguran, terutama mereka yang melakukan pelanggaran ringan atau masih pelajar. Petugas meminta pengendara memahami bahwa keselamatan adalah prioritas.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa aturan lalu lintas bukan untuk mengekang, tetapi untuk melindungi keselamatan mereka,” kata Kasatlantas.
Respons Masyarakat Beragam
Sejumlah pengendara mengaku kaget karena intensitas operasi terbilang tinggi. Namun, banyak pula yang mendukung langkah kepolisian ini demi menekan angka kecelakaan yang terus meningkat.
“Kalau begini terus, pengendara jadi lebih sadar. Banyak yang masih suka melawan arus dan itu sangat berbahaya,” ujar seorang warga yang melintas.
Beberapa pengendara ojek online berharap edukasi dilakukan lebih sering agar kesadaran meningkat dan angka kecelakaan menurun menjelang musim liburan akhir tahun.
Target Turunkan Angka Kecelakaan
Operasi Zebra Jaya 2025 akan berlangsung selama dua pekan dan menjadi bagian dari rangkaian persiapan menghadapi arus liburan serta peningkatan mobilitas masyarakat.
Polisi menargetkan operasi ini mampu menurunkan angka fatalitas kecelakaan, memperbaiki tata tertib jalan, serta menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan tertib.
“Harapan kami, masyarakat mulai memahami pentingnya keselamatan. Dengan disiplin, kita bisa mencegah kecelakaan,” tegas pihak kepolisian.





