, ,

Unpas Tegaskan Mahasiswa Sudah Bubarkan Diri Sebelum Ricuh Tamansari

oleh -1441 Dilihat

Jakarta Utara – Universitas Pasundan (Unpas) memberikan klarifikasi terkait kericuhan yang terjadi di kawasan Tamansari, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Pihak kampus menegaskan bahwa mahasiswa Unpas telah lebih dulu membubarkan diri sebelum insiden bentrokan antara massa dengan aparat keamanan pecah. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat, terutama di media sosial, yang mengaitkan mahasiswa Unpas dengan peristiwa tersebut.

Klarifikasi dari Pihak Kampus

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unpas, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa aksi yang diikuti mahasiswa Unpas awalnya berlangsung tertib dan damai. Mahasiswa hanya ingin menyampaikan aspirasi terkait sejumlah isu sosial dan kebijakan publik. Setelah menyampaikan pernyataan sikap, mahasiswa kemudian membubarkan diri secara teratur.

“Mahasiswa Unpas tidak berada di lokasi saat kericuhan pecah. Mereka sudah membubarkan diri lebih awal, setelah agenda penyampaian aspirasi selesai,” tegasnya.

Luruskan Informasi yang Beredar

Klarifikasi ini sekaligus menepis tudingan yang beredar di sejumlah platform media sosial yang menyebutkan keterlibatan mahasiswa Unpas dalam aksi ricuh Tamansari. Menurut pihak kampus, kabar tersebut tidak berdasar dan berpotensi merugikan nama baik institusi maupun mahasiswa yang tidak terlibat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Kampus memiliki bukti dokumentasi bahwa mahasiswa sudah meninggalkan lokasi sebelum kerusuhan terjadi,” tambahnya.

Unpas
Unpas

Baca juga: Ombudsman Desak DPR Perbaiki Etika Publik dan Transparansi Keuangan

Pentingnya Edukasi dan Etika Berdemonstrasi

Pihak Unpas juga menegaskan bahwa kampus selalu mengedepankan pendidikan politik dan sosial yang sehat kepada mahasiswa. Aksi menyampaikan pendapat di muka umum diakui sebagai hak mahasiswa, namun harus dilakukan dengan menjunjung tinggi etika, kedisiplinan, dan tanggung jawab moral.

“Kami mendukung mahasiswa menyuarakan aspirasi, tetapi selalu menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi. Demonstrasi adalah sarana belajar demokrasi, bukan ajang kekerasan,” jelas Wakil Rektor.

Respons Aparat dan Masyarakat

Kericuhan di Tamansari sempat menyita perhatian publik karena mengganggu aktivitas warga sekitar. Aparat kepolisian menyebut kericuhan dipicu oleh sekelompok orang yang masih bertahan di lokasi setelah aksi mahasiswa selesai. Hal inilah yang kemudian menimbulkan salah paham, seolah-olah mahasiswa Unpas terlibat dalam insiden tersebut.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat sekitar juga mengonfirmasi bahwa mahasiswa yang beratribut kampus sudah tidak terlihat ketika kericuhan pecah. “Anak-anak yang pakai jas almamater sudah pulang. Yang bikin ribut itu bukan mereka,” ungkap salah seorang warga Tamansari.

Komitmen Menjaga Nama Baik Kampus

Unpas menyatakan akan terus menjaga nama baik kampus dengan memastikan mahasiswa mereka tidak terseret dalam kegiatan yang berpotensi anarkis. Kampus juga siap bekerja sama dengan aparat keamanan apabila dibutuhkan klarifikasi lebih lanjut.

“Kami ingin menegaskan kembali bahwa mahasiswa Unpas sudah selesai dengan agenda mereka dan memilih jalan damai. Kampus akan terus mendidik mahasiswa agar menjadi agen perubahan yang positif,” tutup pihak rektorat.

Penutup

Dengan adanya klarifikasi dari Unpas, diharapkan publik tidak lagi termakan isu yang menyudutkan mahasiswa. Peristiwa ini sekaligus menjadi pembelajaran penting bahwa verifikasi informasi harus dilakukan sebelum menarik kesimpulan. Mahasiswa Unpas ingin dikenal sebagai generasi penerus bangsa yang kritis, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai etika, moral, dan perdamaian dalam menyampaikan aspirasi.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.