Jangkauan Jakarta Utara – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) menyatakan bahwa Kabupaten Sukoharjo siap menjadi daerah percontohan pertanian nasional berkat kinerja sektor pertanian yang dinilai semakin maju, modern, dan adaptif terhadap berbagai tantangan. Hal tersebut disampaikan Wamentan saat melakukan kunjungan kerja dan berdialog dengan para petani, penyuluh, serta perangkat daerah pada Rabu.
Kesiapan Sukoharjo Didorong Produktivitas dan Pengelolaan Modern
Menurut Wamentan, Sukoharjo menunjukkan peningkatan signifikan dalam produktivitas padi, hortikultura, dan komoditas perkebunan. Daerah ini juga dinilai berhasil menerapkan mekanisasi pertanian, memanfaatkan teknologi penunjang, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kelompok tani.
“Sukoharjo punya potensi besar. Dengan dukungan SDM yang tangguh, teknologi yang mulai merata, dan semangat petani yang tinggi, saya yakin Sukoharjo dapat menjadi model pertanian nasional,” ujar Wamentan dalam sambutannya.
Ia menyebutkan bahwa pertanian masa depan menuntut efisiensi, penggunaan alat modern, pemanfaatan data cuaca, serta pengelolaan air yang baik. Sukoharjo dinilai telah berada di jalur yang tepat menuju pertanian berkelanjutan.
Penguatan Infrastruktur dan Kelembagaan Petani
Wamentan juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang terus membangun infrastruktur pendukung, seperti jaringan irigasi, jalan usaha tani, rumah kompos, hingga sentra pembibitan. Penguatan kelembagaan petani melalui kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) turut mendukung peningkatan produksi.
“Kelembagaan petani yang kuat akan mempermudah akses permodalan, pemasaran, hingga adopsi teknologi. Ini penting jika Sukoharjo ingin menjadi daerah percontohan,” tegas Wamentan.
Selain itu, pemerintah pusat siap memberikan dukungan tambahan berupa bantuan alat mesin pertanian (alsintan), akses pupuk tepat sasaran, serta pendampingan penyuluh.

Baca juga: Kombes Pol Dedy Tabrani Resmi Pimpin BNNP Kalteng, Siap Perkuat Perang Melawan Narkoba
Petani Sambut Baik Dukungan Pemerintah
Para petani Sukoharjo menyambut baik perhatian pemerintah pusat. Mereka berharap program-program strategis seperti optimasi lahan, bantuan benih unggul, dan penguatan rantai pasok dapat terus berlanjut.
Seorang petani padi dari Kecamatan Grogol mengungkapkan bahwa mekanisasi telah banyak membantu mengurangi biaya produksi. “Dulu panen butuh banyak tenaga kerja. Sekarang dengan combine harvester, pekerjaan lebih cepat dan biaya lebih ringan,” katanya.
Petani lain berharap pemerintah turut memperhatikan stabilitas harga komoditas, terutama menjelang masa panen raya.
Menuju Ketahanan Pangan Nasional
Wamentan menekankan bahwa keberhasilan Sukoharjo akan berpengaruh besar bagi ketahanan pangan nasional. Dengan luas lahan yang produktif, keberhasilan manajemen air, serta kesiapan SDM pertanian yang unggul, Sukoharjo diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam mengembangkan pertanian modern.
“Kami ingin memastikan daerah-daerah seperti Sukoharjo menjadi lokomotif ketahanan pangan Indonesia. Ini bukan hanya soal produksi, tapi juga efisiensi, keberlanjutan, dan kesejahteraan petani,” ujar Wamentan.
Pemerintah Daerah Siap Mengawal Program Prioritas
Bupati Sukoharjo yang turut mendampingi kunjungan Wamentan menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menjaga stabilitas pasokan, memperbaiki irigasi yang rusak, dan mengoptimalkan teknologi pertanian berbasis digital.
“Kami siap mengawal arahan Wamentan. Sukoharjo akan terus berbenah dan berinovasi agar menjadi kabupaten percontohan secara nasional,” ucapnya.
Penutupan: Sukoharjo Semakin Mantap Menatap Masa Depan Pertanian
Dengan dukungan semua pihak—pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani—Sukoharjo kini berada dalam posisi yang kuat untuk menjadi salah satu ikon pertanian Indonesia. Langkah ini sekaligus memperkuat cita-cita menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan nasional.





