Jangkauan Jakarta Utara – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi melakukan pembongkaran 109 tiang monorel yang selama bertahun-tahun mangkrak di sejumlah ruas jalan utama ibu kota. Pembongkaran ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemprov DKI untuk menata ulang kawasan perkotaan dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp102 miliar.
Langkah tersebut diambil guna mengakhiri persoalan proyek mangkrak sekaligus mengembalikan fungsi ruang kota agar lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Akhiri Proyek Mangkrak Bertahun-tahun
Tiang-tiang monorel yang dibongkar merupakan sisa proyek transportasi massal yang tidak pernah terealisasi sepenuhnya. Selama bertahun-tahun, keberadaan tiang tersebut dinilai mengganggu estetika kota, menghambat lalu lintas, serta menimbulkan potensi risiko keselamatan.
Pemprov DKI menegaskan bahwa pembongkaran ini merupakan solusi permanen untuk menyelesaikan persoalan yang sudah lama menjadi keluhan warga.
109 Tiang Dibongkar Secara Bertahap
Proses pembongkaran dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Sebanyak 109 tiang monorel yang tersebar di beberapa titik strategis Jakarta menjadi target utama pembongkaran.
Pemprov DKI memastikan pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Baca juga: Dishub DKI: Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Dilakukan Tengah Malam
Anggaran Penataan Capai Rp102 Miliar
Selain pembongkaran, Pemprov DKI juga menyiapkan anggaran Rp102 miliar untuk penataan kawasan pasca-pembongkaran. Anggaran tersebut dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur jalan, penataan trotoar, serta pengembalian fungsi ruang publik.
Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan dan mendukung mobilitas warga Jakarta.
Fokus pada Keselamatan dan Estetika Kota
Pemprov DKI menekankan bahwa penataan kawasan tidak hanya berorientasi pada aspek fungsional, tetapi juga keselamatan dan estetika kota. Area bekas tiang monorel akan ditata agar lebih ramah bagi pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya.
Penataan ini juga diharapkan dapat memperindah wajah kota sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Dukung Kelancaran Lalu Lintas
Keberadaan tiang monorel selama ini kerap dikeluhkan karena menyempitkan ruas jalan dan memperparah kemacetan. Dengan dibongkarnya tiang-tiang tersebut, kapasitas jalan diharapkan kembali optimal.
Pemprov DKI optimistis langkah ini dapat memberikan dampak positif terhadap kelancaran lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.
Bagian dari Penataan Transportasi Perkotaan
Pembongkaran tiang monorel juga menjadi bagian dari penataan sistem transportasi perkotaan Jakarta yang lebih terintegrasi. Pemprov DKI menegaskan fokus pengembangan transportasi massal kini diarahkan pada moda yang telah berjalan dan terbukti efektif.
Penataan kawasan bekas monorel diharapkan dapat mendukung sistem transportasi yang lebih modern dan berkelanjutan.
Respons Positif dari Masyarakat
Langkah Pemprov DKI ini mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai pembongkaran tiang monorel sebagai keputusan tepat untuk mengakhiri simbol proyek mangkrak yang selama ini merusak wajah kota.
Masyarakat berharap penataan kawasan dilakukan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi pengguna jalan.
Pengawasan Ketat Selama Pelaksanaan
Pemprov DKI memastikan proses pembongkaran dan penataan akan diawasi secara ketat agar berjalan sesuai rencana dan tidak menimbulkan masalah baru. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk menjamin kelancaran pekerjaan di lapangan.
Pengawasan ini juga bertujuan memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Harapan Wajah Jakarta Lebih Tertata
Dengan pembongkaran 109 tiang monorel dan penataan kawasan menggunakan anggaran Rp102 miliar, Pemprov DKI berharap wajah Jakarta menjadi lebih tertata dan representatif sebagai ibu kota negara.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan masa lalu, tetapi juga menjadi fondasi bagi penataan kota yang lebih baik ke depan.




