, ,

Kapolri Serap Masukan Masyarakat soal Kerusuhan dan Siap Jaga Ruang Demokrasi

oleh -1442 Dilihat

Jangkauan Jakarta Utara – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk terus menjaga ruang demokrasi sekaligus memastikan stabilitas keamanan pasca sejumlah kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah. Hal itu ia sampaikan usai menerima masukan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, hingga organisasi kepemudaan.

Serap Aspirasi Masyarakat

Dalam forum dialog yang digelar di Mabes Polri, Kapolri menyampaikan bahwa masukan masyarakat merupakan hal penting bagi Polri dalam memperbaiki pendekatan keamanan. Ia menekankan, Polri harus hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga demokrasi yang mengutamakan keselamatan rakyat.

“Polri mendengarkan dengan serius setiap keluhan dan masukan masyarakat terkait penanganan kerusuhan. Kami berkomitmen melakukan evaluasi agar langkah-langkah kepolisian lebih humanis, transparan, dan akuntabel,” ujar Kapolri.

Komitmen Jaga Ruang Demokrasi

Menurut Kapolri, kerusuhan tidak boleh dijadikan alasan untuk membatasi hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Ia memastikan Polri tetap menjamin kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi, dengan tetap menjaga ketertiban umum.

“Ruang demokrasi harus dijaga. Unjuk rasa adalah hak rakyat, namun harus disampaikan dengan cara yang tertib. Polri akan mengawal agar aspirasi tersampaikan tanpa menimbulkan korban atau kerugian,” tegasnya.

Kapolri
Kapolri

Baca juga: Pertamina dan Vivo Sepakat Kolaborasi Pasokan BBM

Evaluasi Penanganan Kerusuhan

Kapolri juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap penanganan kerusuhan di sejumlah daerah. Ia meminta jajarannya mengedepankan pendekatan dialogis dan persuasif sebelum mengambil langkah-langkah represif.

“Kami ingin polisi di lapangan lebih mengutamakan komunikasi. Langkah tegas memang diperlukan, tetapi harus menjadi jalan terakhir setelah semua upaya damai ditempuh,” jelasnya.

Peran Polri dalam Pemilu dan Kehidupan Demokrasi

Selain itu, Kapolri menyinggung peran besar Polri dalam menjaga kelancaran Pemilu yang akan datang. Menurutnya, keamanan pesta demokrasi tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada sinergi dengan masyarakat, media, dan seluruh elemen bangsa.

“Kami akan memastikan Pemilu berjalan aman, damai, dan transparan. Polri netral, tugas kami hanya menjaga agar proses demokrasi berjalan tanpa gangguan,” ujarnya.

Harapan dari Masyarakat

Beberapa perwakilan masyarakat yang hadir dalam dialog tersebut menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Polri. Namun, mereka juga berharap agar aparat benar-benar konsisten dalam menjalankan pendekatan humanis di lapangan.

“Polisi adalah wajah negara di mata rakyat. Jika Polri bisa lebih dekat dan melindungi, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat,” ujar salah satu tokoh pemuda.

Penutup

Komitmen Kapolri untuk menjaga ruang demokrasi sekaligus menyerap masukan masyarakat menjadi sinyal penting bahwa Polri terus berbenah menghadapi dinamika bangsa. Dengan keterbukaan dan pendekatan yang humanis, Polri diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara keamanan dan kebebasan demokrasi di Indonesia.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.