Jangkauan Jakarta Utara — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya respons cepat jajaran kepolisian dalam menangani bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh dalam beberapa hari terakhir. Instruksi tersebut dikeluarkan menyusul meningkatnya intensitas hujan dan potensi bencana hidrometeorologi di kawasan barat Indonesia.
Instruksi Khusus untuk Polda dan Polres Terdampak
Dalam arahannya, Kapolri meminta seluruh Polda dan Polres di tiga provinsi tersebut segera memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, dan TNI untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan terukur. Ia menekankan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.
“Setiap laporan dari masyarakat harus ditindaklanjuti dengan cepat. Pastikan personel hadir di lokasi, membantu evakuasi, dan memberikan rasa aman kepada warga,” tegas Kapolri dalam keterangan resmi.
Evakuasi dan Distribusi Bantuan Dipercepat
Bencana yang terjadi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang, telah berdampak pada ribuan warga di tiga provinsi tersebut. Kapolri menginstruksikan percepatan pendistribusian bantuan logistik, termasuk makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan.
Tim SAR gabungan juga diminta fokus pada pencarian korban yang hilang, serta memastikan jalur transportasi yang sempat tertutup longsor dapat segera dibuka kembali.
“Semua laporan kerusakan dan kebutuhan harus dipetakan dengan cepat agar bantuan tepat sasaran,” ujar salah satu pejabat Polda Sumut.

Baca juga: Prabowo Ultimatum Pejabat: Stop Main Anggaran, Barang Rp1 Juta Kok Bisa Jadi Rp150 Juta
Personel Polri Diminta Siaga 24 Jam
Sebagai langkah antisipasi, Kapolri memerintahkan jajarannya untuk berada dalam status siaga 24 jam. Hal ini dilakukan mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Polisi juga diminta memantau wilayah rawan banjir dan longsor serta melakukan patroli rutin untuk memastikan warga memperoleh informasi peringatan dini.
Dukungan Trauma Healing dan Layanan Kesehatan
Selain penanganan fisik, Kapolri turut meminta keberadaan personel Dokkes Polri dan tenaga psikologi untuk memberikan layanan kesehatan serta trauma healing kepada korban, terutama anak-anak.
Pendampingan psikologis dianggap penting mengingat banyak warga yang mengungsi setelah rumah rusak atau terendam.
Kerja Sama dengan Relawan dan Masyarakat Setempat
Kapolri juga menghargai peran relawan dan masyarakat lokal yang selama ini membantu proses evakuasi. Ia meminta jajaran di bawahnya untuk memperkuat komunikasi dengan komunitas relawan agar operasi lapangan berjalan lebih efektif.
“Koordinasi itu kunci. Kolaborasi semua unsur akan mempercepat pemulihan di lokasi terdampak,” ujarnya.
Pemulihan Pasca-Bencana Jadi Fokus Berikutnya
Selain penanganan darurat, polisi juga diminta mendukung pemulihan infrastruktur penting seperti jembatan, jalan utama, dan fasilitas publik. Polri akan membantu pemerintah daerah dalam pengamanan distribusi material dan peralatan yang diperlukan.
Kapolri menegaskan bahwa kepolisian akan terus hadir dalam setiap fase penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Menutup arahannya, Kapolri mengimbau masyarakat di Sumut, Sumbar, dan Aceh untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Ia meminta warga segera melapor jika melihat tanda-tanda alam yang berpotensi membahayakan.
Dengan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat dan meminimalisir korban.





