, , , ,

Komisi V DPR Dorong Integrasi Terminal Pondok Cabe dengan MRT, LRT, dan KRL

oleh -1293 Dilihat

Jangkauan Jakarta Utara – Komisi V DPR RI mendorong pemerintah agar segera mengintegrasikan Terminal Pondok Cabe, Tangerang Selatan, dengan moda transportasi massal lain seperti MRT, LRT, dan KRL. Dorongan ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas antarmoda, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan pelayanan transportasi publik di wilayah Jabodetabek.

Terminal Strategis di Selatan Jakarta

Terminal Pondok Cabe merupakan salah satu terminal tipe A yang berfungsi sebagai simpul transportasi antarprovinsi. Letaknya yang strategis di perbatasan Jakarta dan Tangerang Selatan menjadikannya pintu masuk penting bagi penumpang dari wilayah Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah.

Namun, saat ini Terminal Pondok Cabe belum terhubung secara langsung dengan jaringan transportasi massal modern, sehingga banyak penumpang harus menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi daring untuk melanjutkan perjalanan.

DPR Soroti Keterbatasan Akses

Anggota Komisi V DPR menilai, tanpa integrasi antarmoda, keberadaan terminal ini belum bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. “Terminal Pondok Cabe harus menjadi simpul yang terhubung dengan MRT, LRT, dan KRL. Kalau tidak, penumpang akan tetap kesulitan melanjutkan perjalanan,” ujar salah satu legislator.

Menurutnya, integrasi ini juga akan mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di Jabodetabek.

Komisi V DPR
Komisi V DPR

Baca juga: KAI Terapkan Rekayasa Perjalanan KA Saat TNI AD Fair di Monas

Pemerintah Diminta Prioritaskan Konektivitas

Komisi V mendesak Kementerian Perhubungan bersama pemerintah daerah untuk memasukkan integrasi Terminal Pondok Cabe dalam rencana induk transportasi Jabodetabek. Upaya ini dapat dilakukan dengan membangun jalur feeder atau layanan pengumpan yang terhubung langsung ke stasiun MRT Lebak Bulus, LRT Jabodebek, maupun stasiun KRL terdekat.

“Tidak perlu membangun yang terlalu muluk, yang penting ada sistem penghubung yang terintegrasi. Bisa berupa bus pengumpan atau bahkan rencana pembangunan akses khusus ke jaringan kereta,” jelas anggota dewan lainnya.

Efisiensi dan Manfaat Ekonomi

Selain memudahkan mobilitas masyarakat, integrasi ini juga diyakini dapat memberikan dampak ekonomi positif. Terminal Pondok Cabe dapat menjadi pusat aktivitas baru dengan hadirnya fasilitas perdagangan, UMKM, hingga layanan publik yang terintegrasi dengan transportasi massal.

“Kalau aksesnya lancar, orang akan lebih memilih naik transportasi umum. Efeknya, bukan hanya mengurangi kemacetan, tapi juga menggerakkan ekonomi sekitar terminal,” ungkap legislator Komisi V.

Respons Pemerintah

Kementerian Perhubungan menyambut baik dorongan DPR ini. Pihaknya menyatakan akan mengkaji lebih dalam opsi integrasi, termasuk kemungkinan kerjasama dengan pemerintah daerah dan operator transportasi massal.

“Integrasi memang menjadi arah pembangunan transportasi kita. Terminal Pondok Cabe punya potensi besar, sehingga perlu dipikirkan model integrasi yang paling realistis,” kata perwakilan Ditjen Perhubungan Darat.

Harapan Masyarakat

Warga Tangerang Selatan menyambut baik rencana integrasi tersebut. Mereka menilai langkah ini akan memudahkan mobilitas harian, khususnya bagi pekerja yang harus bepergian ke Jakarta setiap hari.

“Kalau bisa nyambung langsung ke MRT atau KRL, jelas lebih enak. Tidak perlu lagi keluar ongkos mahal untuk transportasi tambahan,” ujar seorang penumpang di Terminal Pondok Cabe.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.