Jangkauan Jakarta Utara – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprediksi pembangunan Waduk Aseni di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, mampu mengurangi potensi banjir hingga 13,1 persen. Waduk ini menjadi salah satu proyek strategis pengendalian banjir yang dirancang untuk menekan risiko genangan, khususnya saat intensitas hujan tinggi dan kiriman air dari wilayah hulu meningkat.
Prediksi tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov DKI dalam memperkuat sistem pengendalian banjir terpadu di Ibu Kota.
Waduk Aseni Perkuat Sistem Pengendalian Banjir Jakarta
Waduk Aseni direncanakan berfungsi sebagai tampungan air sekaligus pengendali debit aliran air di kawasan rawan banjir Jakarta Barat. Dengan kapasitas tampung yang signifikan, waduk ini diharapkan mampu menahan limpasan air hujan sebelum dialirkan secara terkendali ke saluran utama.
Pemprov DKI menilai keberadaan waduk tersebut akan memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan beban sungai dan saluran drainase, terutama pada puncak musim hujan.
Fokus Kurangi Genangan di Wilayah Kalideres dan Sekitarnya
Kalideres selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang rentan mengalami genangan saat curah hujan tinggi. Dengan dibangunnya Waduk Aseni, potensi genangan di kawasan tersebut diproyeksikan dapat ditekan secara signifikan.
Selain Kalideres, manfaat waduk ini juga diperkirakan akan dirasakan oleh wilayah sekitarnya, seiring dengan terintegrasinya Waduk Aseni dalam sistem pengendalian banjir Jakarta secara menyeluruh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/progres-pembangunan-waduk-aseni-di-kalideres-1-pada-6-november-2022.jpg)
Baca juga: DKI Jakarta Bangun Empat Rumah Pompa Baru di Cempaka Putih
Bagian dari Strategi Pengendalian Banjir Terpadu
Pemprov DKI menegaskan bahwa Waduk Aseni bukan proyek yang berdiri sendiri. Pembangunan waduk ini merupakan bagian dari strategi pengendalian banjir terpadu yang mencakup normalisasi dan naturalisasi sungai, pembangunan waduk dan embung, penguatan pompa air, serta peningkatan sistem drainase perkotaan.
Dengan pendekatan terintegrasi, Pemprov DKI berharap dampak banjir dapat ditekan secara bertahap dan berkelanjutan.
Manfaat Tambahan bagi Lingkungan dan Masyarakat
Selain fungsi utama sebagai pengendali banjir, Waduk Aseni juga diharapkan memberikan manfaat tambahan bagi lingkungan dan masyarakat. Kawasan waduk direncanakan dapat dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau yang mendukung kualitas lingkungan perkotaan.
Keberadaan waduk juga berpotensi meningkatkan kualitas tata air, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga untuk aktivitas rekreasi dan edukasi lingkungan.
Komitmen Pemprov DKI Atasi Persoalan Banjir
Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi jangka panjang dalam penanganan banjir. Pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, termasuk Waduk Aseni, menjadi bagian dari komitmen tersebut agar masyarakat dapat merasakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Upaya ini juga diiringi dengan penguatan koordinasi lintas sektor dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga fungsi saluran air dan lingkungan sekitar.
Harapan Pengurangan Risiko Banjir ke Depan
Dengan beroperasinya Waduk Aseni, Pemprov DKI optimistis risiko banjir di Jakarta Barat dapat berkurang secara bertahap. Prediksi pengurangan potensi banjir hingga 13,1 persen diharapkan menjadi awal dari perbaikan sistem pengendalian banjir yang lebih efektif di masa mendatang.
Pemprov DKI berharap dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat, dapat mempercepat terwujudnya Jakarta yang lebih tangguh terhadap banjir dan perubahan iklim.





