Jangkauan Jakarta Utara – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memerintahkan jajaran kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Pulau Sumatra. Instruksi tersebut dikeluarkan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan pemulihan kehidupan warga pascabencana berjalan cepat, tepat, dan berkeadilan.
Presiden menegaskan bahwa penyediaan hunian layak merupakan kebutuhan mendesak yang harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.
Respons Cepat Pemerintah terhadap Dampak Bencana
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa negara harus hadir secara nyata di tengah masyarakat yang terdampak bencana alam, baik banjir, longsor, maupun bencana hidrometeorologi lainnya yang melanda sejumlah daerah di Sumatra.
“Pemerintah tidak boleh lambat. Huntara dan huntap harus segera dibangun agar masyarakat bisa kembali hidup dengan layak dan aman,” tegas Presiden.
Instruksi ini ditujukan kepada kementerian teknis, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait agar bekerja secara terintegrasi.
Huntara untuk Kebutuhan Mendesak
Presiden Prabowo meminta agar hunian sementara segera disiapkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga yang kehilangan tempat tinggal. Huntara diharapkan dapat memberikan perlindungan sementara yang aman, sehat, dan manusiawi sembari menunggu pembangunan hunian tetap rampung.
Pemerintah juga diminta memastikan huntara dilengkapi dengan fasilitas dasar, seperti air bersih, sanitasi, dan akses layanan kesehatan.

Baca juga: Enam Anggota Polri Jadi Tersangka Pengeroyokan Maut di Kalibata
Huntap sebagai Solusi Jangka Panjang
Selain huntara, Presiden menekankan pentingnya percepatan pembangunan hunian tetap sebagai solusi jangka panjang bagi warga terdampak. Huntap dirancang agar lebih tahan terhadap risiko bencana serta berada di lokasi yang aman dan sesuai tata ruang.
“Hunian tetap harus dibangun dengan perencanaan yang matang, memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, dan keberlanjutan,” ujar Presiden.
Sinergi Kementerian dan Pemerintah Daerah
Untuk merealisasikan percepatan tersebut, Presiden Prabowo meminta sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Kementerian PUPR, BNPB, Kementerian Sosial, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diminta mempercepat proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan di lapangan.
Koordinasi lintas sektor dinilai krusial agar pembangunan huntara dan huntap tidak terhambat persoalan administrasi maupun teknis.
Perhatian pada Aspek Sosial dan Kemanusiaan
Presiden juga menekankan agar proses relokasi dan pembangunan hunian memperhatikan aspek sosial, budaya, dan psikologis masyarakat. Pemerintah diminta melibatkan warga terdampak dalam proses perencanaan agar hunian yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan mereka.
Pendekatan humanis dan partisipatif diharapkan dapat mempercepat pemulihan sosial masyarakat pascabencana.
Target Waktu dan Pengawasan Ketat
Dalam instruksinya, Presiden Prabowo meminta adanya target waktu yang jelas dalam pembangunan huntara dan huntap. Ia juga menegaskan perlunya pengawasan ketat agar kualitas bangunan terjamin dan bantuan tepat sasaran.
“Kecepatan harus diiringi dengan kualitas dan akuntabilitas,” kata Presiden.
Harapan Pemulihan Lebih Cepat
Percepatan pembangunan huntara dan huntap di Sumatra diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Dengan hunian yang layak, warga diharapkan dapat kembali beraktivitas dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Instruksi Presiden Prabowo ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam penanganan bencana yang cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

