Jangkauan Jakarta Utara — Upaya pengembangan fasilitas sanitasi ramah lingkungan kembali mendapat dorongan kuat setelah Pramono, seorang penggiat lingkungan sekaligus tokoh masyarakat, memaparkan inisiatifnya untuk menghadirkan sistem sanitasi modern, sehat, dan berkelanjutan di wilayah pemukiman padat. Program ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari Bank Jakarta, yang siap berkolaborasi dalam pembiayaan serta pendampingan teknis.
Dorong Akses Sanitasi Sehat dan Berkelanjutan
Dalam forum diskusi lingkungan yang digelar di Jakarta, Pramono menekankan pentingnya transformasi sanitasi yang tidak hanya memperbaiki kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, masih banyak kawasan perkotaan yang menghadapi persoalan sanitasi buruk, mulai dari pembuangan limbah rumah tangga, sistem septik tak standar, hingga pencemaran air tanah.
“Sanitasi bukan sekadar soal infrastruktur. Ini tentang kesehatan, nilai hidup, dan masa depan lingkungan kita. Jika kita ingin kota yang sehat, harus dimulai dari sanitasi yang benar,” ujar Pramono.
Ia mengusulkan pengembangan teknologi bio-septik, pengolahan limbah terpadu, serta edukasi masyarakat agar pola hidup bersih dapat berjalan beriringan dengan pembangunan fisik.
Bank Jakarta Siap Dukung Pembiayaan dan Pendampingan
Melihat urgensi program tersebut, Bank Jakarta menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh. Dukungan ini tidak hanya berupa bantuan pembiayaan, tetapi juga penyusunan skema kredit khusus bagi kelompok masyarakat, UMKM lingkungan, hingga pemerintah kelurahan yang ingin membangun fasilitas sanitasi ramah lingkungan.
Direktur Bank Jakarta menegaskan, “Program ini selaras dengan visi kami mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Sanitasi yang layak adalah hak seluruh warga. Kami siap bekerja sama dari tahap perencanaan sampai implementasi.”
Bank Jakarta juga akan menurunkan tim ahli untuk membantu desain sistem sanitasi, memastikan teknologi yang digunakan aman dan sesuai standar lingkungan kota metropolitan.

Baca juga: Menteri HAM: Pembela HAM Akan Dapat Hak Kekebalan dalam Revisi UU HAM
Kolaborasi Masyarakat, Pemerintah, dan Perbankan
Pramono menegaskan bahwa keberhasilan program sanitasi hijau tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi multipihak. Peran masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga perbankan menjadi kunci agar pembangunan fasilitas dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Program ini akan difokuskan pada:
-
Pembangunan bio-septic tank ramah lingkungan
-
Sistem pengolahan air limbah skala komunal
-
Edukasi dan pendampingan hidup bersih
-
Pelibatan UMKM lokal dalam produksi perangkat sanitasi
-
Pemantauan kualitas lingkungan secara berkala
Pihak kelurahan dan kecamatan di beberapa lokasi rencananya akan menjadi pilot project untuk penerapan teknologi sanitasi modern tersebut.
Manfaat Besar untuk Kesehatan dan Lingkungan
Dengan hadirnya sanitasi yang baik, sejumlah manfaat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti penurunan angka penyakit berbasis lingkungan, peningkatan kualitas air tanah, serta berkurangnya pencemaran saluran umum. Selain itu, lingkungan menjadi lebih bersih, tertata, dan meningkatkan nilai kualitas hunian.
Dukungan Bank Jakarta membuat program ini semakin realistis untuk diimplementasikan dalam waktu dekat. Pramono berharap keberhasilan tahap awal nanti dapat membuka jalan bagi replikasi program ke wilayah lain.
“Ini bukan hanya proyek fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk generasi berikutnya,” tutup Pramono.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pengembangan sanitasi perkotaan yang inovatif, inklusif, dan ramah lingkungan bagi kawasan-kawasan lain di Indonesia.





