Jangkauan Jakarta Utara – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak seluruh warga untuk meramaikan pusat perbelanjaan atau mal selama perayaan Tahun Baru Imlek. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dengan target nilai transaksi selama momen Imlek mencapai Rp10 triliun.
Momentum Imlek dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan sektor perdagangan, pariwisata, dan jasa di Ibu Kota.
Imlek Jadi Penggerak Konsumsi Masyarakat
Pemprov DKI menilai perayaan Imlek selalu diiringi dengan peningkatan aktivitas belanja masyarakat, mulai dari kebutuhan konsumsi, fesyen, kuliner, hingga hadiah dan parsel. Tradisi berkumpul bersama keluarga dan kerabat juga turut meningkatkan kunjungan ke pusat perbelanjaan.
Oleh karena itu, masyarakat diajak memanfaatkan momen ini untuk berbelanja sekaligus mendukung roda perekonomian Jakarta.
Target Ambisius Transaksi Rp10 Triliun
Dengan tingginya daya beli masyarakat Jakarta serta berbagai program promo yang ditawarkan pelaku usaha, Pemprov DKI optimistis target transaksi Rp10 triliun selama periode Imlek dapat tercapai.
Target tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menjadi sinyal positif bagi pemulihan sektor ritel dan perdagangan.

Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD DKI Kembali Gelar Operasi Modifikasi Cuaca
Pusat Perbelanjaan Siapkan Beragam Promo
Sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta telah menyiapkan berbagai promo menarik, mulai dari diskon besar-besaran, paket belanja Imlek, hingga atraksi budaya khas Tionghoa. Dekorasi bernuansa Imlek juga dihadirkan untuk menarik minat pengunjung dan menciptakan suasana perayaan yang semarak.
Pemprov DKI menyambut baik inisiatif pelaku usaha tersebut sebagai bentuk kolaborasi dalam mendorong konsumsi masyarakat.
Dorong UMKM Ikut Merasakan Dampak Ekonomi
Selain sektor ritel modern, Pemprov DKI juga mendorong keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memanfaatkan momentum Imlek. UMKM diharapkan dapat mengambil peluang dengan menghadirkan produk khas Imlek, kuliner, maupun suvenir.
Keterlibatan UMKM dinilai penting agar dampak ekonomi dari perayaan Imlek dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Jaga Kenyamanan dan Keamanan Pengunjung
Pemprov DKI memastikan aspek kenyamanan dan keamanan pengunjung mal tetap menjadi perhatian utama. Pengelola pusat perbelanjaan diimbau meningkatkan pengaturan lalu lintas pengunjung, fasilitas parkir, serta sistem keamanan, khususnya pada puncak kunjungan.
Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat berbelanja dengan aman dan nyaman selama perayaan Imlek.
Perayaan Imlek sebagai Daya Tarik Wisata Kota
Pemprov DKI juga melihat perayaan Imlek sebagai daya tarik wisata perkotaan. Berbagai kegiatan budaya, pertunjukan seni, dan festival Imlek di pusat perbelanjaan diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dengan demikian, dampak ekonomi tidak hanya dirasakan sektor ritel, tetapi juga sektor perhotelan, transportasi, dan pariwisata.
Optimisme Pemprov DKI terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Melalui ajakan meramaikan mal selama Imlek, Pemprov DKI menegaskan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta di awal tahun. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan.
Pemprov DKI berharap target transaksi Rp10 triliun dapat tercapai sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi dan perdagangan nasional.





